Senin, 19 Mei 2014
Bahasa Indonesia
23.34
|
PARAFRASA
Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia, parafrasa
adalah penguraian kembali
suatu teks atau karangan dalam bentuk atau susunan kata yang lain dengan maksud
dapat menjelaskan maknanya yang tersembunyi.Pengungkapankembali suatu tuturandansebuah
tingkatan atau macam bahasa tertentu menjadi macam yang lain tanpa mengubah
pengertiannya Membuat parafrasa bukan hanya pada puisi ke prosa saja, tapi juga
bentuk bahasa yang lain, seperti mengubah penggunaan kata kepada kata yang
sepadan atau bersinonim, mengubah kalimat aktif menjadi bentuk pasif, kalimat
langsung menjadi tidak langsung, mengubah bentuk uraian menjadi bentuk ungkapan
atau peribahasa yang memiliki kesamaan arti. Pada tataran wacana yaitu mengubah
wacana panjang menjadi bentuk rangkuman atau ringkasan. Dalam karya sastra,
mengubah puisi ke prosa atau sebaliknya, mengubah bentuk dialog drama ke prosa
atau sebaliknya. Jadi, pada hakikatnya parafrasa adalah mengubah atau
mengalihkan suatu bentuk bahasa menjadi bentuk bahasa yang lain tanpa mengubah
pengertian atau kandungan artinya. Parafrasa juga termasuk menceritakan kembali
sesuatu yang telah didengar ke bentuk tulisan atau mengalihkan bentuk bahasa
lisan ke bentuk bahasa tulisan.
1.Cara
Memparafrasakan Wacana
Wacana atau teks tertulis merupakan bentuk karangan yang terbagi
atas beberapa paragraf. Setiap paragraf terdiri atas unsu kalimat utama dan kalimat penjelas seperti
yang telah diuraikan pada Bab 10. Kalimat-kalimat penjelas dapat berupa uraian
yang penting dapat juga hanya perincian yang mendengungkapkan contoh, ilustr asi,
dan perumpamaan-perumpamaan. Kita harus tahu mana bagian yang berisi hal-hal
pokok atau penting dan mana
yang bukan.
Untuk
memparafrasakan sebuah teks tertulis, langkah-langkah yang
perlu
diperhatikan adalah sebagai berikut.
1. Bacalah
teks yang akan diparafrasa secara keseluruhan.
2. Pahami
topik atau tema dari teks tersebut untuk teks berbentuk narasi pahami pula alur
atau jalan ceritanya.
3. Carilah
kalimat utama pada setiap paragraf untuk menemukan gagasan atau ide pokok
paragraf tersebut.
4.
Catatlah gagasan pokok setiap paragrafnya.
5.
Perhatikan kalimat penjelas, pilahlah kalimat penjelas yang pentingdan buanglah
yang hanya berupa ilustrasi, contoh, permisalan, dan sebagainya
6.
Pilihlah kata atau kalimat yang efektif untuk menceritakan kembali. Jika perlu
gunakan kata yang sepadan atau ungkapan yang lebih mewakili
pengertian
yang panjang, tapi dapat dipahami.
7. Jika
ada kalimat langsung, ubahlah menjadi kalimat tidak langsung agar lebih
singkat.
8.
Ceritakan atau uraikan kembali dengan bahasa yang lebih mudah dipahami dan
ringkas.
Langganan:
Posting Komentar
(Atom)
0 komentar:
Posting Komentar